Rabu, 14 Januari 2015

Sejarah Hari Valentine dan Rangkaian Bunga Mawar

Sejarah Hari Valentine dan Rangkaian Bunga Mawar
Harga Rp. 275.000
Hari Valentine atau disebut juga Hari Kasih Sayang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Pada hari valentine ini banyak orang yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya kepada kekasih pujaan hatinya. Sebagian besar orang merayakan hari ini dengan saling bertukaran kado valentine khusus berbentuk hati dan juga cupid bersayap.

Sejarah hari valentine day dan rangkaian bunga dimulai dengan tradisi penulisan pernyataan cinta dengan kartu ucapan di mulai abad ke-19. Asosiasi Kartu Ucapan di Amerika memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan dalam satu tahunnya yang mengakibatkan Hari Valentine menjadi hari raya terbesar kedua setelah Natal. Umumnya para wanita lah yang membeli sekitar 85% kartu valentine tersebut.

Koleksi bunga untuk valentine bisa dilihat >>disini << order hubungi telp/WhatsApps di 081310664409 atau email, floristmurah@gmail.com



Sejarah Hari Valentine Day


Pada pertengahan abad ke-20, tradisi bertukar kartu diperluas menjadi pemberian segala macam hadiah. Pemberian hadiah valentine ini biasanya oleh dilakukan oleh pria kepada wanita kekasihnya. Hadiah valentine ini umumnya berupa bunga mawar valentine dan cokelat.

Para pria yang serius akan cintanya biasanya merencanakan hadiah valentine spesial ini jauh-jauh hari sebelum hari valentine tiba. Sejak tahun delapan puluhan, produsen berlian ikut menggunakan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan mempromosikan  perhiasan berlian sebagai hadiah hari valentine.

Buket Mawar Merah ValentineValentine merupakan hari kasih sayang, jadi hari spesial ini bukan hanya dirayakan bagi yang mempunyai pacar atau kekasih. Anda yang sedang single sekalipun dapat memanfaatkan hari valentine untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibu tercinta atau anggota keluarga lainnya. Di negara barat, ucapan “Happy Valentine’s day” umum diberikan kepada teman dan sahabat.

Sejarah hari valentine dimulai pada abad ke-14 di negara Inggris dan Perancis. Sastrawan Inggris Geoffrey Chaucer mempercayai bahwa tanggal 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Dalam karyanya Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) mengatakan “Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”. Pada zaman itu lazim bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk bertukar kartu ucapan dan memanggil kekasih mereka  “My Valentine”.

Sejarah Hari Valentine Day pada era modern


Merayakan hari valentine kemudian dilakukan juga oleh penduduk Amerika. Pada tahun 1800-an Amerika Serikat mencetak secara masal kartu Valentine pertama kalinya. Di negara Jepang, sejarah Hari Valentine muncul karena promosi marketing besar-besaran suatu produk. Pada promosi tersebut menyatakan hari valentine adalah hari khusus bagi wanita untuk memberikan pria yang mereka sukai dengan cokelat. Selanjutnya pemberian coklat ini tidak hanya secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban. Bagi wanita yang bekerja di kantor menjadi suatu kewatjiban untuk memberikan hadiah coklat valentine kepada para rekan kerja pria mereka.

Hadiah coklat valentine ini disebut sebagai Giri-choko, yang berasal dari kata giri (kewajiban) dan choco (coklat). Promosi marketing ini ternyata tidak berhenti sampai disitu. Sebuah hari balasan dari hari valentine muncul, yaitu yang disebut sebagai White Day. Pada tanggal 14 Maret, pria yang mendapat hadiah cokelat valentine diharapkan akan membalas pemberian hadiah tersebut dengan hadiah lainnya.

Kirim Bunga Valentine Day di Jakarta

Karangan Bunga Valentine Murah Jakarta, budaya merayakan hari valentine menjadi populer di kalangan anak muda. Tradisi merayakan hari valentine diawali dengan mengirimkan kartu ucapan valentine kepada kekasih. Selanjutnya merayakan Valentine Day dilakukan dengan berbagai bentuk, mulai dari memberikan hadiah valentine untuk pacar, teman, orang tua, hingga dengan berbagi berbagai keperluan bagi orang-orang yang kurang beruntung secara materi dengan mengunjungi panti asuhan atau panti jompo.

Orang-orang tersebut lebih membutuhkan kasih sayang dari kita sesama manusia. Pertokoan dan media masa mulai dari TV, radio, dan media cetak di kota-kota besar di Indonesia sering mengadakan acara-acara perayaan hari valentine.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar